Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Animasi Book-04Pengertian KKM

.

Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan  dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun ajaran dimulai. Seberapapun besarnya jumlah peserta didik yang melampaui batas ketuntasan minimal, tidak mengubah keputusan pendidik dalam menyatakan lulus dan tidak lulus pembelajaran. Acuan kriteria tidak diubah secara serta merta karena hasil empirik penilaian. Pada acuan norma, kurva normal sering digunakan untuk menentukan ketuntasan belajar peserta didik jika diperoleh hasil rata-rata kurang memuaskan. Nilai akhir sering dikonversi dari kurva normal untuk mendapatkan sejumlah peserta didik yang melebihi nilai 6,0 sesuai proporsi kurva. Acuan kriteria mengharuskan pendidik untuk melakukan tindakan yang tepat terhadap hasil penilaian, yaitu memberikan layanan remedial bagi yang belum tuntas dan atau layanan pengayaan bagi yang sudah melampaui criteria ketuntasan minimal.

Kriteria Ketuntasan Minimal ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Kriteria ketuntasan menunjukkan persentase tingkat pencapaian kompetensi sehingga dinyatakan dengan angka maksimal 100 (seratus). Angka maksimal 100 merupakan kriteria ketuntasan ideal. Target ketuntasan secara nasional diharapkan mencapai minimal 75. Satuan pendidikan dapat memulai dari kriteria ketuntasan minimal di bawah target nasional kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Kriteria Ketuntasan Minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya. Kriteria ketuntasan minimal harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB) sebagai acuan dalam menyikapi hasil belajar peserta didik.

.

Fungsi Kriteria Ketuntasan Minimal

  1. sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;
  2. sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;
  3. dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan saranaprasarana belajar di sekolah;
  4. merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;
  5. merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM

yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.

By: Abdurahman

untuk kembali ke daftar Administrasi Kelas secara lengkap silahkan klik di sini!

di bawah ini ada beberapa contoh KKM dan masih dalam proses, untuk itu saran pesan yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan.

.

Klik pada menu-menu di bawah ini!

   KKM kelas 1KKM kelas 2KKM kelas 3KKM kelas 4KKM kelas 5KKM kelas 6

Pendidikan Agama Islam.

Mulok Bahasa Sunda.

10-bahasa-inggris2

 

.

.

 

Terimakasih untuk kunjungannya, jangan lupa kasih pesan dan kesan yang membangun demi kemajuan pendidikan Indonesia dimasa yang akan datang.

Akhir kata semoga bermanfaat.

 

Animasi Joged
Logo icon meme berprestasi efullama 2014

23 Komentar

23 thoughts on “Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

  1. Ping-balik: Administrasi Kelas | SD N BALEWANGI 01 GARUT

  2. Ping-balik: Keseimbangan Alam | ESDE SATU

  3. Ping-balik: Daftar Isi | eBOOK Efullama

  4. Ping-balik: Administrasi Kelas | eBOOK Efullama

  5. TERIMAKASIH BANGET PEK TELAH BANYAK MEMBANTU KAMI DARI APLIKASI YANG BAPAK KEMBANGKAN

  6. Ping-balik: Hasil Pilkada Garut 2013 | Radhen Bhoncel Tips & Trik

  7. dani

    SYUKRON TELAH BANYAK MEMBANTU…DR DANI OPERATOR TUMBANG LABEHU DAN ADMIN

  8. muhidin

    SYUKRON TELAH BANYAK MEMBANTU…DR DANI OPERATOR TUMBANG LABEHU DAN ADMIN

  9. ikhsan

    Om kalau fungsi rapot semester2 kelas enam apa ya..

  10. SUGIYATNO

    Matur nuhun sanget, “efullama” mudah diunduh tanpa muter-muter ujungnya minta ganti Rp seperti yang lain, mohon lebih banyak lagi berbagi semoga menjadi amal yang ternilai, kalau jelas dan enak begini tak ada salahnya berbagi melalui CD bagi teman yang jauh yang butuh,he..he..tentu dengan ongkos kirim yang sesuai,…

    • ya sama2.. kenyamanan para sahabat adalah salah satu misi web ini dalam berbagi mencerdaskan anak bangsa…
      terimakasih kembali untuk kunjungannya…

  11. farmin zah run

    sukron pak,,,,,sangat membantu kami,,,,,semoga amalanya di balas dngan kebaikan2……smoga bermanfaat untk semuanya….tetap sukses n berkembang selalu.

  12. Mahmud

    ma kasih banyak saudaraku, semoga rasa berbagi tetap terpatri dengan tulus di hati sanubari kita orang indonesia, s x lagi ma kasih banyak

  13. trims kasih banyak pak, sukses terus

  14. Jefri

    kkm pjok nya koq ga da sample na pak??

  15. kayla

    Thankz banget

  16. Adul

    Maaf mas saya guru baru,, mau bertanya bagaimana cara menghitung nilai di buku nilai buat isi rapot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: